TERIMA KASIH TELAH BERKUNJUNG DI WEBSITE PUSKESMAS LEKSONO I. JADIKAN PUSKESMAS LEKSONO I SEBAGAI TEMPAT FAVORIT FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PERTAMA ANDA. BAWALAH KARTU BEROBAT ANDA ATAU KARTU TANDA PENGENAL (KTP/KK) DAN KARTU JAMINAN KESEHATAN ANDA SAAT BERKUNJUNG KE PUSKESMAS

Selasa, 28 Juli 2015

MAKANAN / MINUMAN YANG BERBAHAYA DIKONSUMSI BERSAMA OBAT


Sahabat, hari ini saya akan berbagi Artikel tentang aturan minum  obat agar lebih tepat.


Aturan dalam pengobatan tradisional atau herbal atau anggapan dalam masyarakat, tak boleh minum obat sesudah konsumsi makanan tertentu, ternyata bukan mitos. Makanan atau minuman tertentu dapat berinteraksi dengan obat jika dikonsumsi bersamaan, membuat khasiat obat jadi lebih keras atau sebaliknya, meniadakan,  menurunkan atau menghilangkan khasiat obat. Bahkan bisa menyebabkan akibat serius. Berikut makanan/ minuman yang tak boleh dikonsumsi bersamaan dengan obat.
  • Jeruk nipis
  • Pomelo
Jangan campur dengan:
Statin (obat penurun kolesterol) dan dextromethorphan (obat untuk mengatasi batuk yang disebabkan pilek dan flu)
Akibat yang bisa terjadi:
Jeruk nipis, pomelo (sejenis jeruk bali) dapat menghambat sejenis enzim yang memecah statin (obat kolesterol) dan obat lain, termasuk obat batuk dextromethorphan. Obat jadi menimbun di dalam aliran darah, meningkatkan risiko efek samping. Untuk dextromethorphan, efek sampingnya adalah halusinasi dan mengantuk. Pada statin, bisa menyebabkan kerusakan otot parah.
Buah ini dan jusnya bisa bertahan sehari atau lebih lama di dalam tubuh. Hindari sama sekali jus atau buahnya jika minum obat tersebut di atas.
  •  Jus apel,
  •  Jus jeruk/orange juice
  • Jus grapefruit
Jangan campur dengan:
Obat alergi Allegra (fexofenadine), antibiotik Cipro atau Levaquin, obat thyroid Synthroid, obat alergi dan asma Singulair
Akibat yang bisa terjadi:
Jus ini menghambat peptide yang mengangkut obat-obatan tersebut dari sistem pencernaan ke dalam aliran darah sehingga mengurangi absorpsi, membuat obat kurang efektif. Jangan minum jus tersebut di atas paling sedikit 4 jam sesudah minum obat ini.
  • Grapefruit
Grapefruit (sejenis jeruk) dan jus grapefruit bisa mengubah fungsi enzim tertentu di dalam sistem pencernaan yang memproses beberapa jenis obat.
Jangan campur dengan:
  • Beberapa jenis obat statin untuk menurunkan kolesterol seperti simvastatin (Zocor), atorvastatin (Lipitor), pravastatin (Pravachol) dan lovastatin (Mevacor).
  • Beberapa jenis obat penurun tekanan darah seperti nifediac, afeditab.
  • Beberapa jenis obat anti-anxiety seperti buspirone
  • Beberapa jenis obat anti-arrhythmia seperti Cordarone dan Nexterone
  • Beberapa jenis antihistamine seperti Allegra (fexofenadine)
  • Obat anti malaria quinerva atau quinite (quinine)
  • Obat halcion (triazolam) untuk mengobati insomnia
Akibat yang bisa terjadi:
Makan grapefruit atau minum jus grapefruit dalam jumlah bermakna, bahkan beberapa jam sebelum atau sesudah minum obat, dapat meningkatkan efek samping atau dalam kasus parah, dapat menyebabkan kerusakan organ.
Grapefruit dapat membuat kadar obat statin menimbun di dalam tubuh, dan akhirnya bisa menyebabkan kerusakan liver atau kerusakan otot yang bisa mengakibatkan gagal ginjal. Untuk antihistamine, grapefruit menghambat uptake obat ke dalam aliran darah, mengakibatkan kadar obat di dalam darah turun. Karena itu, paling aman jangan makan grapefruit atau minum jus grapefruit sama sekali ketika minum obat.
  • Sayuran kaya Vitamin K
  • Bawang putih
  • Kayumanis
  • Cranberry
  • Jahe
  • Ginseng
  • Ginkgo
  • Teh hijau
Vitamin K termasuk komponen penting dalam proses pembekuan darah. Sayuran hijau yang terutama tinggi vitamin K adalah kale, bayam, collard, peterseli, Swiss chard.
Jangan campur dengan:
Anti-coagulants – pengencer darah -  diresepkan untuk mengobati gumpalan darah – blood clot - dan menurunkan risiko pembentukan gumpalan darah di kemudian hari. Blood clot dapat menyebabkan stroke, serangan jantung, atau kondisi serius lainnya jika gumpalan terjadi di kaki atau paru.
Akibat yang bisa terjadi:
Makanan kaya vitamin K bisa secara bermakna berefek pada anti-coagulants tertentu, seperti warfarin. Jika minum warfarin, untuk mencegah membuat darah lebih kental secara tak disengaja, tanya dokter jumlah makanan ini yang boleh dikonsumsi. Teh hijau juga mengandung vitamin K. Tanya dokter apakah boleh diminum ketika minum obat anti-coagulants.
Bawang putih, jahe, cranberry, jus cranberry, ginseng, kayu manis, ginkgo, dapat mengencerkan darah. Konsumsi dalam dosis tinggi bersama anti-coagulant meningkatkan risiko pendarahan berlebihan.
  • Walnut
Walnut kaya serat, baik untuk pencernaan dan kolesterol, tapi bisa mengubah absorpsi obat tertentu.
Jangan campur dengan:
Obat thyroid seperti levothyroxine (Levothroid, Levoxyl, Synthorid).
Akibat yang bisa terjadi:
Walnut dapat mengurangi absorpsi levothyroxine, obat yang paling umum digunakan untuk mengobati hypothyroidism. Hindari juga tepung kedelai, cottonseed meal, makanan tinggi serat dan suplemen serat karena bisa berefek pada fungsi levothyroxine.
  • Keju parmesan/ mozzarella
  • Aged cheddar 
  • Daging olahan
  • Pisang
  • Avokad
  • Cokelat
Strong, aged cheese (aged cheddar, Swiss cheese, blue cheese, Camembert, brie, mozzarella, parmesan), hati sapi/ ayam, daging olahan, makanan yang diasap, diacar, difermentasi, anchovies, avokad, pisang, cokelat, termasuk makanan kaya tyramine, sejenis asam amino alamiah.
Jangan campur dengan:
Obat monoamine oxidase inhibitors (MAOI) dan obat antibiotik tertentu.
Akibat yang bisa terjadi:
MAOI seperti phenylzine atau tranylcypromine adalah jenis obat antidepressant. Makan banyak makanan yang mengandung tyramine ketika minum obat MAOI, bisa menyebabkan tekanan darah mendadak naik sampai pada tingkat yang membahayakan, sakit kepala, mual. Orang-orang yang minum MAOI harus diet rendah tyramine di bawah pengawasan dokter. Tyramine juga berbahaya jika dicampur dengan obat antibiotik tertentu, contohnya linezolid.
  •  Susu
  • Produk susu (dairy product): yogurt, keju; minuman yang difortifikasi kalsium
Kalsium baik untuk kesehatan tulang dan sistem saraf, tapi bisa berefek pada absorpsi obat tertentu di dalam sistem pencernaan.
Jangan campur dengan:
Antibiotik quinolone  dan tetracycline
Akibat yang bisa terjadi:
Antibiotik tetracycline, doxycycline, minocycline, tak bisa diabsorp secara baik jika diminum dengan susu, yogurt, atau bahkan jus jeruk yang difortifikasi kalsium. Susu dan minuman lain yang diperkaya kalsium dapat mengikat obat pembasmi infeksi ini di dalam saluran cerna sehingga obat tidak diabsorp ke dalam aliran darah. Obat tetap tinggal di dalam usus dan berakhir di toilet. Akibatnya bukan hanya infeksi tidak sembuh,  tapi juga bisa membuat bakteri resisten terhadap antibiotik. Sesudah minum obat ini, jangan konsumsi produk susu selama beberapa jam.
  • Pisang
  •  Jeruk
  •  sayuran daun hijau
Buah dan sayuran kaya potassium.
Jangan campur dengan:
  • ACE inhibitor, contohnya captopril (Capoten), enalapril (Vasotec), dan lisinopril (Prinivil, Zestril), digunakan untuk menurunkan tekanan darah atau mengobati gagal jantung.
  • Obat diuretik tertentu, seperti triamterene (Dyrenium), digunakan untuk mengurangi penimbunan cairan dan mengobati tekanan darah tinggi.
Akibat yang bisa terjadi:
ACE inhibitor dan diuretik yang disebut ‘potassium sparing’ dapat meningkatkan jumlah potassium di dalam tubuh. Terlalu banyak potassium dapat menyebabkan denyut jantung tidak beraturan dan jantung berdebar-debar - heart palpitations. Jika minum obat ini, jangan konsumsi makanan tinggi potassium dalam jumlah besar. Makanan tinggi potassium antara lain, pisang, jeruk, sayuran daun hijau, dan pengganti garam seperti Morton Lite Salt.
 Alkohol
Jangan campur dengan:
  • Acetaminophen
  • Obat pilek yang dijual bebas (over – the – counter – OTC)
  • Obat penawar sakit resep dokter dan yang dijual bebas (OTC)
  • Obat antidepressant
  • Berbagai obat lain, perhatikan instruksi pada label atau instruksi dokter
Akibat yang bisa terjadi
Perhatikan peringatan tentang alkohol. Banyak obat yang disertai dengan instruksi jangan minum alkohol ketika minum obat. Ini peringatan penting. Hanya segelas kecil wine saja bisa terlalu banyak. Alkohol saja sudah bisa membuat mengantuk, pusing, dan kurang koordinasi. Minum obat tertentu dengan alkohol bisa memperbesar efek ini. Bahkan bisa menyebabkan masalah serius, antara lain pendarahan dalam, masalah-masalah pernapasan, dan masalah-masalah jantung.
Alkohol juga bisa membuat obat kurang efektif, bahkan tidak berguna atau bisa membuat obat toksik. Minum acetaminophen dengan alkohol misalnya, bisa menyebabkan kerusakan liver.
Minum dengan obat antidepressant dapat menyebabkan hipertensi, sakit kepala, jantung berdetak cepat, dan stroke.
Sumber:
Consumer Reports.com
USA TODAY.com
Doctor Oz.com
Mens Health.com
Prevention.com

Dalam artikel lain yg bersumber dari http://www.memobee.com menyatakan, makanan/minuman ini tidak boleh diminum bersama dengan obat :

1.Minuman Berkafein
            Kafein dapat menimbulkan ancaman kesehatan yang serius jika diminum dengan stimulan. Hindari meminum secangkir kopi saat sedang mengonsumsi efedrin (penekan nafsu makan), obat asma dan amfetamin. Beri jarak 2-3 jam setelah minum obat, baru minum kopi.
Banyak orang mengetahui jika kafein biasa terdapat dalam kopi atau minuman berenergi. Padahal tidak hanya disitu, zat kafein juga banyak ditemukan dalam kandungan teh, khususnya teh hijau. Makanya agar tidak salah , hindarilah minum kopi atau teh ketika meminum obat. Menurut pakar kesihatan, kafein berbahaya jika diminum dengan obat yang mengandung stimulah. Biasakan untuk tidak meminum minuman berkafein saat memakn pil penekan nafsu makan atau diet, obat asma atau amfetamin. Jika Anda seorang penggila kafein, tunggu 2 hingga 3 jam setelah meminum obat.
2. Semua Jenis Susu
Hampir semua orang suka minum susu, tapi walau diklaim menyihatkan. Jangan pernah coba-coba meminum obat menggunakan air susu. Kandungan zat di dalam susu akan mengurangi daya serap antibiotik dalam tubuh sekaligus menghambat penyerapan beberapa komponen tertentu dalam obat. Tidak hanya itu, kandungan kalsium pada susu juga dapat mengganggu efekt obat. Jadi saat mengkonsumsi obat, biasakanlah untuk menghindari konsumsi susu, setidaknya hingga 4 jam kedepan.
            Jangan minum obat dengan susu' kata-kata itu seringkali didengar atau diucapkan oleh masyarakat ketika ingin mengonsumsi obat oral. Kenapa susu tidak boleh dicampur dengan obat?
            Obat atau antibiotik yang dikonsumsi secara oral bisa menjadi efektif bagi seseorang jika dikonsumsi dan diserap dengan baik oleh tubuh. Obat oral harus diserap dari saluran pencernaan hingga bisa masuk ke dalam aliran darah lalu dikirim ke daerah yang sakit atau mengalami infeksi untuk pengobatan.
            Terdapat berbagai faktor yang mempengaruhi kemampuan tubuh untuk menyerap obat dengan baik, termasuk keasaman relatif di perut, ada atau tidaknya nutrisi lemak atau nutrisi lainnya, serta apakah ada unsur-unsur tertentu di dalam tubuh seperti kalsium.
            Beberapa obat seperti keluarga antibiotik yang mengandung tetrasiklik akan bereaksi dengan susu. Kalsium yang terdapat dalam susu akan mengikat obat atau antibiotik sehingga mencegah penyerapan obat tersebut di dalam tubuh.
3. Jus Pomegranate (Delima), Jus Grapefruit dan Segala Jenis Jus Lainnya
            Vitamin pada buah-buahan membuat tubuh lebih fit. Terutama obat, dapat segera menyembuhkan penyakit. Namun sering kali orang yang sedang sakit minum obat bersamaan waktu dengan minum jus. Padahal, minum obat bersamaan dengan jus dapat menghilangkan efek khasiat obat yang diminum.
            Kesimpulan ini didapat berdasarkan penelitian dari Universitas Western Ontario, Kanada oleh Prof. David Bailey. Hasil penelitian ini membuktikan bawa jus dapat mengganggu ketahanan tubuh dalam menyerap sari obat. Penelitian ini dilakukan pada sejumlah orang yang diminta meminum obat dengan air putih dan jus buah.
            Setelah diteliti, ternyata orang yang meminum obat dengan air putih mampu menyerap kandungan obat dengan penuh. Kemudian, orang yang meminum obat dengan jus hanya mampu menyerap sebagian kandungan obat. Menurutnya, jus buah yang dapat mengurangi serapan obat adalah jus jeruk, jus apel, dan jus anggur. Sedangkan obat yang kurang terserap akibat jus tersebut adalah obat antikanker, darah tinggi, jantung, dan obat-obat antibiotik lainnya.
            Agar obat menyerap penuh kedalam tubuh, hindarilah mengkonsumsi jus di waktu yang sama. Sayang kan, jika kita meminum obat namun kurang berkhasiat. Akan lebih baik jika diseling waktu antara minum jus dan minum obat. Bagaimana pendapat Anda?
            Alasan tidak boleh meminum obat dengan Jus pomegranate (Delima)
Menurut pakar jus delima tidak boleh digunakan untuk meminum obat. Zat yang terdapat dalam jus tersebut dapat memperlambat kecepatan hati untuk memecah pengencer darah dan menyebabkan berkurangnya efeks obat. Tidak hanya itu, para pakar juga menemukan bahwa enzim di dalam jus delima dapat memecah resep obat.
            Alasan tidak boleh meminum obat dengan Jus Grapefruit
Grapefruit bukanlah anggur. Namun, buah ini juga tidak dapat disamakan dengan jeruk Bali. Sejatinya jus grapefruit punya karakteristik dan manfaat hebat untuk tubuh. Tapi akan menjadi hal berbeza jika Anda mengonsumsinya untuk minum obat. University of Western Ontario menemukan bahawa meminum jus grapefruit dapat mengganggu kinerja lebih dari 50 obat. Jus ini boleh meningkatkan penyerapan obat-obatan tertentu serta dapat mengubah dosis obat yang diminum dari dosi normal menjadi dosis berlebihan. Maka dari itu, hindarilah minuman ini jika Anda tidak ingin mengalami over dosis.
     4. Minuman Isotonik
            Saat kita merasa lelah dan haus selesai beraktivitas, tentunya kita ingin meneguk minuman yang segar dan rnampu mengembalikan stamina tubuh dengan cepat. Maka minuman isotonic, pun menjadi salah satu pilihan. Disamping rasanya yang bervariasi, minuman isotonic juga mengandung ion, yang dipercaya dapat cepat menggantikan cairan tubuh yang hilang. Saat ini, banyak minuman isotonik di pasaran bebas dengan berbagai merek dan dapat dibeli dengan harga yang cukup terjangkau.
Hindari minum obat untuk gagal jantung dan obat-obatan hipertensi dengan minuman isotonik karena minuman ini mengandung kalium. Selain itu, kalium yang tinggi juga terdapat pada buah pisang. Kalium berguna bagi penderita hipertensi, tetapi apabila asupan kalium malah berlebihan boleh membahayakan si penderita.
     5. Minuman Bersoda
            Orang tua saya pernah bilang katanya kalau ingin atau setelah minum obat tidak boleh minum minuman bersoda, misalnya pepsi, coca cola, dll . karena berbahaya dan bisa menyebabkan keracunan, kematian, dll.
            Soda memang bukan minuman yang baik untuk kesehatan karena bisa menyebabkan kegemukan, osteoporosis bahkan mengurangi jumlah sperma. Tapi benarkah minum obat dengan soda dapat menyebabkan kematian mendadak?
"saya kira harusnya minum obat pakai soda bukan penyebab kematian mendadak. Harus dicari dulu cod (cause of death), dipelajari orang tersebut pernah sakit apa," jelas dr. Tunggul d situmorang, sppd,kgh, ahli ginjal dan direktur rs pgi cikini.
Menurut dr. Tunggul, meminum obat dengan menggunakan soda bukanlah suatu penyebab terjadinya kematian mendadak, karena hal-hal yang bisa memicu kematian mendadak antara lain:
SERANGAN JANTUNG
STROKE
EMBOLI (PEMBENTUKAN GELEMBUNG UDARA ATAU MASUKNYA BENDA
ASING DI ALIRAN DARAH YANG MENYEBABKAN ALIRAN DARAH TERSUMBAT)
GAGAL NAPAS
"memang ada reaksinya, tapi nggak ada ceritanya seperti itu (minum obat dengan soda) bikin mati," tegas dr tunggul yang juga menjabat sebagai direktur mrccc siloam hospital semanggi.
            Tapi meski tidak menyebabkan kematian mendadak, minum obat memang tidak dianjurkan dengan menggunakan soda atau minuman lain seperti susu, kopi, teh dan jus. Dokter biasanya akan menganjurkan pasien untuk minum obat dengan air putih karena air putih bebas dari kandungan bahan kimia sehingga tidak menimbulkan kontraksi.

Bijaklah dalam meminum Obat agar kesembuhan dapat tercapai. Semoga kesehatan senantiasa menyertai kita. Aamiin