Rabu, 03 Februari 2016
Senin, 01 Februari 2016
Sabtu, 02 Januari 2016
Jenis Pelayanan
JENIS PELAYANAN PASIEN DI PUSKESMAS LEKSONO I
Jam Pelayanan Pasien di Puskesmas Leksono I buka setiap hari kerja, yakni 6 kali dalam 1 minggu.
Sedangkan Administrasi kantor dilakukan setelah jam pelayanan usai. Berikut Jam pelayanan di Puskesmas Leksono I :
Senin buka jam 07.30 s/d 12.00 Wib
Selasa buka jam 07.30 s/d 12.00 Wib
Rabu buka jam 07.30 s/d 12.00 Wib
Kamis buka jam 07.30 s/d 12.00 Wib
Jum'at buka jam 07.30 s/d 10.00 Wib
Sabtu buka jam 07.30 s/d 11.00 Wib
Berikut ini Alur pelayanan di Puskesmas Leksono I
Jam Pelayanan Pasien di Puskesmas Leksono I buka setiap hari kerja, yakni 6 kali dalam 1 minggu.
Sedangkan Administrasi kantor dilakukan setelah jam pelayanan usai. Berikut Jam pelayanan di Puskesmas Leksono I :
Senin buka jam 07.30 s/d 12.00 Wib
Selasa buka jam 07.30 s/d 12.00 Wib
Rabu buka jam 07.30 s/d 12.00 Wib
Kamis buka jam 07.30 s/d 12.00 Wib
Jum'at buka jam 07.30 s/d 10.00 Wib
Sabtu buka jam 07.30 s/d 11.00 Wib
Berikut ini Alur pelayanan di Puskesmas Leksono I
Jumat, 01 Januari 2016
Seberapa besar bahaya efek samping obat?
Pernahkah
Anda menjumpai orang yang tidak mau minum obat sama sekali karena takut
pada efek sampingnya? Ada anggapan bahwa sering minum obat tidak baik
karena bisa merusak ginjal atau liver. Ada pasien di rumah sakit yang
tidak meminum obat pemberian dokter karena takut terhadap efek samping
obat sehingga obat disembunyikan dan dibiarkan menumpuk hingga satu
kantung kresek. Sebenarnya seberapa besar bahaya efek samping obat?
Apakah setiap orang pasti akan mengalami efek samping obat? Bolehkah
berhenti minum obat tanpa saran dari dokter? Ulasan berikut ini semoga
bisa menambah pemahaman kita tentang efek samping obat.
Efek samping obat (ESO) adalah efek tidak dikehendaki (karena membahayakan) yang ditimbulkan oleh obat. ESO bisa timbul segera setelah minum obat atau bisa juga baru terjadi setelah obat diminum bertahun-tahun. Sebagai contoh ada orang yang setiap minum obat penghilang rasa sakit (misal asam mefenamat) lambungnya langsung terasa perih dan sakit. Pada kasus lain ada yang mengalami osteoporosis (keropos tulang). Setelah ditelusuri ternyata akibat minum obat golongan kortikosteroid (misal deksametason) setiap hari dalam waktu berbulan-bulan.
Obat pada dasarnya adalah senyawa kimia yang memberikan efek tertentu pada tubuh. Efek tersebut bisa berupa efek yang dikehendaki karena memberikan efek pengobatan, namun bisa juga disertai efek yang tidak dikehendaki atau dikenal sebagai efek samping. ESO bisa muncul dalam berbagai bentuk dan tingkat keparahan. Efek samping ringan misalnya mengantuk, gatal, sembelit, sampai efek samping yang berat seperti gagal ginjal, kerusakan liver, gangguan pembentukan sel darah dan sebagainya.
Obat bisa menimbulkan efek samping karena dapat memengaruhi fungsi fisiologi pada lebih dari satu organ tubuh kita. Di salah satu organ menimbulkan efek pengobatan, tapi di organ lain menimbulkan efek membahayakan. Sebagai contoh propanolol, suatu obat antihipertensi. Pada organ jantung propanolol menimbulkan efek menurunnya kecepatan dan kekuatan kontraksi otot jantung sehingga volume darah yang dipompa jantung berkurang akhirnya tekananan darah menjadi turun. Namun, pada otot saluran pernafasan obat tersebut menimbulkan efek kejang otot hingga otot saluran nafas menyempit dan menyebabkan sesak nafas. Oleh sebab itu, pasien hipertensi yang meminum propanolol tekanan darahnya bisa turun, namun beberapa dari pasien tersebut ada yang mengalami efek samping sesak nafas.
Apakah setiap orang bila minum obat semisal asam mefenamat pasti mengalami efek samping perih lambung? Ternyata tidak. Ada orang setelah minum asam mefenamat lambungnya baik-baik saja. Tapi sebagian ada yang merasa lambungnya perih bahkan sakit yang luar biasa sampai harus dibawa ke UGD. Terjadinya efek samping obat dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, faktor genetik. Berdasarkan hasil penelitian, variasi genetik bisa mempengaruhi kemungkinan seseorang akan mengalami efek samping obat atau tidak mengalaminya. Meskipun dewasa ini belum dilakukan, kelak pemeriksaan genetik dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan obat. Kedua, faktor dosis obat. Beberapa obat ada yang efek samping atau toksisitasnya muncul bila diberikan pada dosis besar. Oleh sebab itu, mengapa sangat penting untuk mematuhi takaran minum obat. Ketiga, minum beberapa obat pada waktu bersamaan. Minum dua macam obat atau lebih sekaligus dapat mengakibatkan terjadinya reaksi antarobat di dalam tubuh kita sehingga salah satu obat muncul toksisitasnya. Untuk mewaspadai hal ini Anda bisa bertanya pada dokter atau tenaga farmasis tentang aturan waktu ketika akan meminum masing-masing obat. Keempat, riwayat penyakit. Pada orang yang memiliki riwayat sakit maag, minum asam mefenamat dapat memperparah perih lambung. Oleh sebab itu, apabila berobat beritahukan riwayat penyakit Anda sehingga dokter atau apoteker dapat memberikan obat yang tepat sesuai kondisi Anda. Untuk penderita dengan riwayat sakit maag, bila membutuhkan obat penghilang rasa nyeri akan diberi obat yang tidak menimbulkan efek samping perih lambung.
Kembali pada pertanyaan di atas, benarkah sikap kita bila tidak mau minum obat karena takut bahaya efek sampingnya? Padahal ternyata ESO belum tentu terjadi selama kita mematuhi aturan penggunaannya. Di sisi lain penyakit kronis yang butuh pengobatan terus menerus seperti diabetes, hipertensi, epilepsi, stroke, sangat berbahaya bila obat dihentikan. Penyakitnya bisa kambuh dan bertambah parah bahkan berakibat terjadi kematian. Misalnya orang yang pernah mengalami serangan stroke. Salah satu obatnya adalah asetosal yang berkhasiat mencegah sumbatan pembuluh darah. Bila obat tersebut dihentikan minumnya, stroke akan kambuh dan berdampak lebih buruk. Pasien akan mengalami kelumpuhan atau cacat permanen bahkan tidak jarang pula yang berakhir pada kematian. Dengan demikian, sebelum efek samping yang dikhawatirkan benar-benar terjadi, ternyata pasien justru bisa meninggal akibat pengobatan yang dihentikan.
Dalam meresepkan obat, dokter tentu sudah mempertimbangkan efek samping tiap obat yang diberikan. Namun demikian, dengan berpegang pada prinsip selama rasio antara manfaat dan risiko efek samping obat masih lebih besar manfaatnya, maka obat akan tetap diberikan demi kesembuhan dan keselamatan jiwa pasien. Tentunya dengan tetap waspada ESO melalui pemantauan terhadap parameter pemeriksaan laboratorium. Nah, dengan penjelasan di atas, apakah Anda masih takut
(Endang Susilowati, S.Si., M.Farm-klin, Apt. Dosen AKFAR Putra Indonesia Malang)
sumber: www.facebook.com/swamedikasi
Efek samping obat (ESO) adalah efek tidak dikehendaki (karena membahayakan) yang ditimbulkan oleh obat. ESO bisa timbul segera setelah minum obat atau bisa juga baru terjadi setelah obat diminum bertahun-tahun. Sebagai contoh ada orang yang setiap minum obat penghilang rasa sakit (misal asam mefenamat) lambungnya langsung terasa perih dan sakit. Pada kasus lain ada yang mengalami osteoporosis (keropos tulang). Setelah ditelusuri ternyata akibat minum obat golongan kortikosteroid (misal deksametason) setiap hari dalam waktu berbulan-bulan.
Obat pada dasarnya adalah senyawa kimia yang memberikan efek tertentu pada tubuh. Efek tersebut bisa berupa efek yang dikehendaki karena memberikan efek pengobatan, namun bisa juga disertai efek yang tidak dikehendaki atau dikenal sebagai efek samping. ESO bisa muncul dalam berbagai bentuk dan tingkat keparahan. Efek samping ringan misalnya mengantuk, gatal, sembelit, sampai efek samping yang berat seperti gagal ginjal, kerusakan liver, gangguan pembentukan sel darah dan sebagainya.
Obat bisa menimbulkan efek samping karena dapat memengaruhi fungsi fisiologi pada lebih dari satu organ tubuh kita. Di salah satu organ menimbulkan efek pengobatan, tapi di organ lain menimbulkan efek membahayakan. Sebagai contoh propanolol, suatu obat antihipertensi. Pada organ jantung propanolol menimbulkan efek menurunnya kecepatan dan kekuatan kontraksi otot jantung sehingga volume darah yang dipompa jantung berkurang akhirnya tekananan darah menjadi turun. Namun, pada otot saluran pernafasan obat tersebut menimbulkan efek kejang otot hingga otot saluran nafas menyempit dan menyebabkan sesak nafas. Oleh sebab itu, pasien hipertensi yang meminum propanolol tekanan darahnya bisa turun, namun beberapa dari pasien tersebut ada yang mengalami efek samping sesak nafas.
Apakah setiap orang bila minum obat semisal asam mefenamat pasti mengalami efek samping perih lambung? Ternyata tidak. Ada orang setelah minum asam mefenamat lambungnya baik-baik saja. Tapi sebagian ada yang merasa lambungnya perih bahkan sakit yang luar biasa sampai harus dibawa ke UGD. Terjadinya efek samping obat dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, faktor genetik. Berdasarkan hasil penelitian, variasi genetik bisa mempengaruhi kemungkinan seseorang akan mengalami efek samping obat atau tidak mengalaminya. Meskipun dewasa ini belum dilakukan, kelak pemeriksaan genetik dapat digunakan sebagai pertimbangan dalam pemilihan obat. Kedua, faktor dosis obat. Beberapa obat ada yang efek samping atau toksisitasnya muncul bila diberikan pada dosis besar. Oleh sebab itu, mengapa sangat penting untuk mematuhi takaran minum obat. Ketiga, minum beberapa obat pada waktu bersamaan. Minum dua macam obat atau lebih sekaligus dapat mengakibatkan terjadinya reaksi antarobat di dalam tubuh kita sehingga salah satu obat muncul toksisitasnya. Untuk mewaspadai hal ini Anda bisa bertanya pada dokter atau tenaga farmasis tentang aturan waktu ketika akan meminum masing-masing obat. Keempat, riwayat penyakit. Pada orang yang memiliki riwayat sakit maag, minum asam mefenamat dapat memperparah perih lambung. Oleh sebab itu, apabila berobat beritahukan riwayat penyakit Anda sehingga dokter atau apoteker dapat memberikan obat yang tepat sesuai kondisi Anda. Untuk penderita dengan riwayat sakit maag, bila membutuhkan obat penghilang rasa nyeri akan diberi obat yang tidak menimbulkan efek samping perih lambung.
Kembali pada pertanyaan di atas, benarkah sikap kita bila tidak mau minum obat karena takut bahaya efek sampingnya? Padahal ternyata ESO belum tentu terjadi selama kita mematuhi aturan penggunaannya. Di sisi lain penyakit kronis yang butuh pengobatan terus menerus seperti diabetes, hipertensi, epilepsi, stroke, sangat berbahaya bila obat dihentikan. Penyakitnya bisa kambuh dan bertambah parah bahkan berakibat terjadi kematian. Misalnya orang yang pernah mengalami serangan stroke. Salah satu obatnya adalah asetosal yang berkhasiat mencegah sumbatan pembuluh darah. Bila obat tersebut dihentikan minumnya, stroke akan kambuh dan berdampak lebih buruk. Pasien akan mengalami kelumpuhan atau cacat permanen bahkan tidak jarang pula yang berakhir pada kematian. Dengan demikian, sebelum efek samping yang dikhawatirkan benar-benar terjadi, ternyata pasien justru bisa meninggal akibat pengobatan yang dihentikan.
Dalam meresepkan obat, dokter tentu sudah mempertimbangkan efek samping tiap obat yang diberikan. Namun demikian, dengan berpegang pada prinsip selama rasio antara manfaat dan risiko efek samping obat masih lebih besar manfaatnya, maka obat akan tetap diberikan demi kesembuhan dan keselamatan jiwa pasien. Tentunya dengan tetap waspada ESO melalui pemantauan terhadap parameter pemeriksaan laboratorium. Nah, dengan penjelasan di atas, apakah Anda masih takut
(Endang Susilowati, S.Si., M.Farm-klin, Apt. Dosen AKFAR Putra Indonesia Malang)
sumber: www.facebook.com/swamedikasi
Minggu, 25 Oktober 2015
Seluruh Tenaga Kesehatan PTT Diangkat Menjadi PNS di Tahun 2016
Pada Tahun 2016 Pemerintah akan mengangkat seluruh tenaga
kesehatan PTT, sebanyak 49.443 orang menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Mereka
terdiri dari: (1) dokter PTT 1.984 orang, (2) dokter gigi PTT sebanyak 904
orang, (3) Bidan PTT sebanyak 42.245 orang(4) serta Tenaga Tim Nusantara Sehat
sebanyak 4.310 orang.
Pengangkatan tersebut tidak lain sebagai bentuk apresiasi
kepada tenaga kesehatan PTT yang memberikan kontribusi cukup besar dalam
pembangunan kesehatan terutama di daerah pedesaan. Para tenaga PTT merupakan
salah satu ujung tombak dalam menurunkan angka kematian Ibu. Oleh karenanya,
pemenuhan dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan harus dilakukan.
Saat ini sejumlah 8.640 Puskesmas di Indonesia masih
mengalami kekurangan tenaga kesehatan, sehingga tidak memenuhi standar yang
telah ditetapkan berdasarkan Permenkes no. 75/2014. Berangkat dari hal
tersebut, MenPAN-RB berjanji untuk membuka formasi sebanyak 4.3856 untuk tenaga
kesehatan, yang terdiri dari: dokter, dokter gigi, bidan, tenaga farmasi, kesehatan
masyarakat, sanitarian gizi dan analis kesehatan.
Berita baik ini diharapkan membawa angin segar bagi Tenaga
Kesehatan Program PTT yang selama ini mempertanyakan statusnya. Selain itu juga
memberikan harapan bagi rakyat diseluruh Indonesia memperoleh akses dalam
pelayanan kesehatan di Puskesmas dengan tenaga jumlah tenaga kesehatan yang
sesuai dengan standar.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik
Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut
dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal>
1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021)52921669, dan alamat email
kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.
- See more at:
http://www.depkes.go.id/article/view/15101600003/seluruh-tenaga-kesehatan-ptt-diangkat-menjadi-pns-di-tahun-2016.html#sthash.SyvqArCd.dpuf
Sabtu, 24 Oktober 2015
Aplikasi e-Kinerja PNS/ASN
Isi data E-Kinerja tak akan lama lagi akan diberlakukan Menpan, aplikasi e kinerja sendiri bukanlah barang baru semisal bagi daerah Aceh karena mereka sudah lebih awal menerapkan aplikasi e kinerja ini, dan untuk diketahui segala lagi bahwasanya aplikasi e-kinerja ini wajib di isi PNS/ASN.
Penerapan sistem online, e-kinerja untuk
mengukur dan memastikan kinerja harian pegawai aparatur sipil negara
(ASN). Dengan penerapan sistem ini, semua penilaian kinerja dapat
dimasukkan dan dilihat secara riil. e-kinerja
diciptakan dengan harapan agar setiap ASN memiliki target kinerja yang
pasti sehingga mereka mengetahui beban tugas serta apa yang harus
dilakukan. Sistem ini akan dibakukan.
Dengan
penerapan sistem elektronik ini, aksesnya tentu lebih dimudahkan karena
dapat digunakan dimanapun. “Asumsi kita bahwa ASN sudah familiar dengan
tekonlogi informasi. Dimanapun berada dapat mengisi,
Aplikasi e-kinerja dibuat menggunakan PHP dan MySql menjadikannya lebih dinamis dan nyaman digunakan, bagaimana dengan input datanya, maka lihat tampilan-tampilan berikut yang banyak menunjukkan berbagai rekap
1. Rekap Harian
2. Rekan Mingguan
3. Rekap Bulanan
4. Rekap ABK (Form A)
Cara isi aplikasi e-kinerja ini memuat data "aplikasi boleh saja kita buat rekayasa data namun Allah maha tahu apa yang kita kerjakan setiap harinya" dengan rincian tugas pilihan waktu mulai kerja dan selesai kerja.
Hingga mencakup jam kerja dan persentasi nya, ada pekerjaan yang disetujui dan tidak disetujui menjadikan komplit
Langganan:
Postingan (Atom)






























